EMAK NAIK ONTA
Mak, aku tulis sajak ini sementara kau mengelilingi Ka‘bah saat itu pula gelisah sering bertamu ke gubuk kita entah mencari siapa barangkali peristiwa yang terjadi masih menghantui perjalananmu Mak. Mak ,kau kenakan Ihram aku kenakan kerinduanku Suara yang memanggilmu seketika menghilangkan rasa sakit dilenganmu Angia berhembus, debu yang menyapu Doa-doa yang kau bawa jangan kau simpan, wajib kau adukan. Siapa yang diam kala rindu digerogoti waktu ? Kau kumpulkan niatmu Tak usah risau, gelisah dan galau aku hanya singgah dibeberpa pulau, nasib namanya Sementara sumur masih hening dan airnya masih tetap bening Mak. Mak, kehidupan mesti seperti lingkaran Ujungnya saling bertemu dan menemukan Disana jawaban saling bertegur sapa, siapa harus menjawab yang mana. Aku berlari mencarimu Mak.’ Hutan yang sunyi aku kunjungi Gunung yang merenung terpaksa aku daki Diantara lembah yang sembahyang Airmata menjadi petanda bahwa hari ini aku rindu dip...