TAK TAU MENULIS APA
Sajak ini berlari menemui tujuannya,
begitu kencang hingga menyebabkan angin topan
Sajak ini menari-nari di jantung negara
Berpesta dari puing-puing gerakan dan propaganda
kala niat baik dijemput ditunggangi lalu bernyanyi
dihadapan orang banyak
Begitulah sajak ini berubah warna menjadi merah
ketika marah
Ia lahir dari saling tuduh
Ia bicara dari saling meludah
Syair yang hilang dan terpecah, maknanya dicuri yang
lihai bersilat lidah
Aku menulis sajak yang tak tamat sebab saat membuka
mata kita saling berteriak “besok kiamat”
Bandung, 4-12-2016
Comments
Post a Comment