CITA RASA
Hari ini kabut tebal mulai menjalar keperkebunan.
Kemarin sawah-sawah menghitam, duka-duka kembali mampir kerumah petani.Sudah menjadi kolaborasi manis undangan-undangan dan kepentingan pupuk organik.
Sementara harga tak merata saling tarik ulur dengan doa.
Aku melihat Indonesia raya, di pelosok hutan tanpa nama.
Tanah legenda dibawah naungan hasrat kebinatangan.
Bagi yang kecil keberlangsungan hidup bersama mesti dijaga,
Menanam mesti jadi kebaikan, menyiram harus tumbuh kesejahteraan, menyangkul mesti jadi ditanami bunga harapan.
Tapi disana orang hidup berdampingan untuk memenuhi panggilan, mengisi jatah, memelihara kekuasaannya hasilnya terbata-bata.
Aku melihat petani cengkeh sekarat, badannya dipenuhi lalat sementara didepanya sejahtera tersendat.
O, Haji Djamari sesepuh rokok kretek
Karyamu luar biasa bahkan seharga nyawa.
O, Nitisemito dedengkot Tjap Bal Tiga
Lihatlah semangatmu di pereteli.
O, Mbok Nasilah tetua peracik industri
Lihatlah para kusir sudah banting setir.
Hari ini kabut hitam lebih hitam dari bencana kebakaran.
Tengkulak panen nafas yang tersedak, habis sudah semua di hisap tradisi monopoli.
Bandung, 20-08-2016
#meredekalahkemerdekaan
Comments
Post a Comment