SAJAK BULAN KESEMBILAN
Sajak
permintaan
mengusung harapan dikala bulan ke kesembilan nyanyian itu berkenaan tasbih dalam lingkaran
ruang-ruang hening kembali diketuk waktu.
Sajak yang memaksa
bergelora dalam nyata bergerak jariku menuju pena
berangkat dari langit murung turun menjadi lumpur
Aku bertanya dengan keyakinan membara, dalam doa kau sisipkan siapa?
dalam sujudmu surga itu letaknya dimana?
Sementara kehidupan merindukan paras-paras kelayakan tanpa pengasingan.
Sajak pemberian
setelah digalaukan oleh permintaan maka saat itu pula cinta memaksa kesetiaan kehilangan makna.
Bunga bersemi dalam dada
Dekat telaga diri ia berkata: hari ini aku mendengarkanmu.
Bandung, 22-09-2016
Comments
Post a Comment